Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Realita Sultra » Tiga Warga Routa Ditahan, Tersangka Aksi Demo “Pengrusakan”, Polda Sultra: Bukan Kriminalisasi

Tiga Warga Routa Ditahan, Tersangka Aksi Demo “Pengrusakan”, Polda Sultra: Bukan Kriminalisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, Realita.Blog – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menyebut penahanan terhadap tiga orang warga Kecamatan Routa Kabupaten Konawe, HR (46), HB (42) dan DD (20) bukan merupakan bentuk kriminalisasi, sebagaimana yang ditudingkan oleh salah satu aktifis didaerah ini yang diterbitkan oleh Media Online lokal setempat, ketiga warga ini ditahan setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, demikian diungkapkan oleh Ditrekskrimum Polda Sultra, Kombes Pol. Wisnu Wibowo, S.H, S.IK, M. Si melalui PS. Kasubdit 1 Kompol. Dedy Hartoyo, S.H, M.H didampingi Kanit III Iptu Jabrudin, S.H. M.H saat diwawancarai awak media dikantornya, pada Kamis 21/05/2026.

 

Ketiga tersangka ini ditahan atas dugaan tindak pidana pengrusakan dilakukan secara bersama-sama saat melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu di Kecamatan Routa Kabupaten Konawe yang menuntut agar PT. SCM segera melakukan pembangunan Smelter,  “terkait dengan kriminalisasi kami tidak melakukan kriminalisasi tetapi sesuai dengan fakta fakta penyelidikan yang kami dapatkan dua alat bukti, memenuhi unsur syarat formil dan materil, selain itu syarat objektif maupun syarat subjektif sebagai dasar hukum dari penanganan kasus dan kami tindak lanjuti,” demikian diungkapkan oleh PS. Kasubdit 1 Kompol. Dedy Hartoyo, S.H, M.H.

 

Menurut Dedy Hartoyo kasus berawal dari aduan pada tanggal 23 Desember 2025 yang masuk kemudian diadakan penyelidikan, dengan memeriksa beberapa saksi dan teradu tidak pernah kooperatif pada saat dikasih undangan klarifikasi. Pada tanggal 25 Januari 2026 pelapor membuat laporan polisi Nomor : LP/B/47/I/2026/ SPKT POLDA SUKTRA tanggal 25 Januari 2026 terkait adanya dugaan tindak pidana kekerasan  terhadap orang atau barang secara bersama-sama di muka umum dan atau pengrusakan sebagaimana dimaksud pada pasal 262 dan atau pasal 521  Undang-undang  Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab undang-undang Hukum pidana, setelah itu penyidik melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi- saksi, pengecekan TKP, pengumpulan barang bukti, melakukan gelar perkara dan penyidik lakukan sesuai dengan SOP.”, jelasnya.

 

Para tersangka ini terancam hukuman  lima tahun penjara, “kami sudah lakukan penahanan sejak 19 Mei 2026 kemarin, pasal yang kami persangkakan  yakni pasal  262 KUHP tentang tindak pidana kekerasan terhadap benda atau orang secara bersama sama di muka umum dan atau pasal 521 KUHP tentang pengrusakan , sesuai dengan hasil penyelidikan, penyidikan dan bukti yang kami terima saat proses penyidikan dari penyidik dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” sambungnya.

 

“Ada video secara visual (bukti.red), kami ada bukti di TKP para pelaku ini ada video yang kami dapatkan sebagai barang bukti (pengrusakan.red) juga sudah kami amankan dan kami sita, sekali lagi tidak ada kriminalisasi,”  pungkas Dedy Hartoyo.

Ditempat yang sama Kanit III Ditreskrumum Polda Sultra, Iptu Jabrudin , S.H. M.H mengungkapkan para tersangka ini tidak koperatif saat proses pemeriksaan dilakukan, “Dari Proses penyelidikan maupun penyidikan para tersangka ini tidak koperatif, mereka tidak koperatif (ulangnya.red) nanti saat sudah digelar penetapan tersangka dan dilakukan pemanggilan (sebagai) tersangka mereka baru hadir,” ujar Iptu Jabrudin .

 

Menurut Kanit III penyidik  membawakan panggilan ke ROUTA pada proses tingkat penyidikan namun terlapor tidak kooperatif tidak memenuhi panggilan penyidik, untuk mendapatkan keterangan pada tingkat penyidikan, penyidik yang datang ke ROUTA ( Polsek ROUTA) untuk melakukan pemeriksaan kepada terlapor (tingkat SIDIK).

Informasi yang dihimpun menunjukkan narasi sejumlah media terkait isu kriminalisasi ini justru memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, isu tersebut dikaitkan dengan persoalan tanah masyarakat adat, padahal aksi demonstrasi berulang yang dilakukan sekelompok warga di Kecamatan Routa sebelumnya lebih banyak menyoroti desakan percepatan pembangunan smelter, bukan persoalan tanah masyarakat adat.

 

Laporan: Redaksi

  • person
  • visibility 29
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 4.802
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Smelter Jadi Alat Tekan?  Isu Ganti Rugi Ratusan Miliar Bayangi Konflik di Routa

    Smelter Jadi Alat Tekan? Isu Ganti Rugi Ratusan Miliar Bayangi Konflik di Routa

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Konawe, RealitaBlog – Polemik Pembangunan Smelther di Kecamatan Routa terus bergulir, meski berulang kali  dilakukan pertemuan antara sekelompok masyarakat yang menuntut agar pembangunan pabrik smelther segera dilakukan dengan pihak perusahaan PT. Sulawesi Cahaya Mineral (PT. SCM), namun kelompok ini tak kunjung puas atas penjelasan demi penjelasan yang diberikan.   Beberapa waktu lalu, saat pertemuan dengan […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 2.486
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Gelombang Aksi Dukung Investasi di Routa Mengguncang Konawe, Dukungan ke PT SCM Mengalir Dari Masyarakat

    Gelombang Aksi Dukung Investasi di Routa Mengguncang Konawe, Dukungan ke PT SCM Mengalir Dari Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Konawe, Realita.Blog – Di tengah panasnya polemik investasi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara terkait tuntutan pendirian Pabrik Smelter  RKEF oleh sejumlah kelompok masyarakat, sebuah konsorsium baru muncul membawa angin segar sekaligus sengatan. Ratusan orang yang mengaku sebagai masyarakat pribumi lingkar tambang, yang lahir, hidup, dan terdampak langsung […]

  • Kritik Keras Dilayangkan FKBRM Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Tolaki Routa, Ini Alasannya

    Kritik Keras Dilayangkan FKBRM Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Tolaki Routa, Ini Alasannya

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Konawe – Forum Keluarga Besar Routa Mepokoaso (FKBRM) menyampaikan kritik terhadap rencana pelaksanaan pengukuhan pengurus Masyarakat Adat Tolaki (MAT) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kritik tersebut muncul setelah beredarnya surat undangan tertanggal 24 Maret 2026 dengan nomor 004/SKL-AMRB/III/2026. Surat itu disebut disebarkan oleh pihak yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Routa Bersatu.  Ketua Umum FKBRM, […]

expand_less